Iskat Mencari Dana
Minggu 1 : MC-1
Minggu 2 : ?
Minggu 1 : MC-1
Minggu 2 : ?
Ceritanya sudah beberapa minggu ini, setiap jumat di iskat di adakan sharing (elmu + gorengan..). Hal ini dimaksudkan agar setiap iskatters boleh menambah elmu selain dari expertise masing-masing. *Dezziigg…bahasanya
Minggu ini giliran ayahnya dzaka yang nge-preet–sentasi.
Me : “Siap bos presentasi?”
Ayah Dzaka :”Wah..materi aja blom siap nih..”
Me :”Ahh..gampanglah..luar kepala aja..paket hemat”
Me :”Jangan lupa sediakan batu..”
Ayah Dzaka :”Hah?!!Buat apa??”
Me :”Kan para wanita-wanita yang bikin hiruk pikuk ikut, otomatis mata Mr. Dungz ga akan konsen tuh sama materi..”
Naahh…batu berfungsi untuk mem-bledog (lempar.red) si Mr… xixixi
Kelamaan ga apdet2 ni blog, pagi ini pengen coba nulis lagi aahh….
Beritanya agak basi…tapi gapapa lah mumpung ada niat nulis.
Ceritanya per hari kemarin, ada 2 mahluk yang akan mencoba peruntungannya di ranah iskat ini. Dua mahluk yang berjenis kelamin perempuan/wanita.
Kehadiran mereka cukup membuat suasana “hiruk-pikuk” di sini, dimana mayoritas penghuni adalah laki-laki (yang haus akan kasih sayang dan belaian wanita) *kecuali gue tentunya :p
Dan keanehan tidak berhenti sampai di situ, salah satu cowok yang berada satu ruangan dngn gw juga nampak ikut serta dalam upaya “tebar pesona” (call him Dungz).
Ga seperti biasanya si Dungz ini pada saat makan siang tidak terlihat berada di ruang “mesum” (kamar indra.red). Tak diduga tak dinyana..#halah..dia sedang terlibat perbincangan sengit dengan kedua mahluk tersebut. Biasanya ni anak ga bisa nahan laper, tapi rupanya “Ahh..demi si eneng mah…kuat-kuatin aja ah” begitu mungkin pikirnya.
Dan benar saja begitu sampe di ruangan “mesum”, dia menjadi bulan-bulanan rekan-rekan.
“Wahh..tumben nihh baru makan siang..biasa juga kek orang mo pingsan” prikitiww
“Iya tuh di ajak ngobrol sama mereka…” alasan Dungz
Aaahhh…..alesaaaa wae lah .. hahahaha
Pada rabu malam atau malam kamis atau lebih tepat-nya lagi pada tanggal 10 Februari 2010 ( 10-02-2010 angka cantik nih
) saya masih berada di satu ruangan dengan dinding berkelir hijau muda sambil duduk manis di depan monitor ( entah apa yg saya lakukan karena lupa lagi
). Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 22.30WIB dan itu artinya saya harus segera kembali keperaduan ku. Tapi untuk menuju keperaduan masih butuh perjuangan lagi, karena saya masih berada di kantor ternyata.
Setelah saya menyalakan mesin kendaraan roda dua saya, saya langsung melaju menuju ke rumah saya (eh.. rumah orang tua denk, ntar di sangka ngaku-ngaku lagi). Seperti biasa saya menjalankan sepeda motor saya dengan kecepatan sedang (30-60km/jam) sampai di jarak 300 meter sebelum rumah, saya sempat menyalip satu kendaraan roda 2 yang berjalan searah dan berjalan sangat lambat dan saya juga melihat ada kendaraan roda 2 lain yang ada di depan saya dengan arah berlawanan.
Saya sempat menoleh ke kiri sebentar melihat kearah kendaraan yang saya salip karena si “beliau” ini ternyata tidak sedang memegang kemudi alias lepas tangan ternyata (gak tau sedang pegal atau lagi apa entah lah), sehabis menoleh dan saya kembali melihat ke depan dan alangkah terkejutnya saya ternyata kendaraan dari arah berlawanan sudah sangat dekat sekali dengan kendaraan saya, saya sempat mengelak ke kiri sedikit (karena apabila saya belok lebih banyak lagi ke kiri, habis lah si “beliau” yang sedang lepas tangan ini) untuk menghindari benturan pada kemudi kendaraan dan itu berhasil, kemudi saya tidak mengalami tabrakan dengan kemudi kendaran dari arah berlawanan, namun saya tidak menyangka sama sekali ternyata pijakan kaki pada kendaraan sayalah yang berbenturan dengan pijakan kaki kendaraan dari arah berlawanan tersebut… PRAK…BRESS..JLEUB (duh kumaha nyak sorana, nya pokonamah kitu weh). Akibat benturan tersebut si pengendara dari arah berlawanan sepertinya tidak dapat menjaga keseimbangan dan dia terjatuh ke aspal namun saya masih bisa menjaga keseimbangan sehingga saya dan kendaraan tidak menukik ke aspal (lebay dikit).
Saya langsung berhenti dengan maksud akan bertanggung jawab apabila terjadi apa-apa dengan si bapak yang bertabrakan dengan saya tadi, namun setelah saya berhenti ternyata tanpa saya sadari kaki kanan saya terlihat banyak mengeluarkan darah dan sudah tak dapat merasakan apa-apa lagi (ceuk urang sunda mah ba’al) sayang ane gak bawa kamera jadi gak bisa motret tuh kaki sebagai barang bukti. Si bapak yang tersungkur tadi mengalami lecet pada lutunya dan baret pada kendaraannya, ya dalam artian gak parah-parah banget lah. Karena rasa sakit saya yang mulai menjadi-jadi dan juga saya males untuk berurusan dengan pihak berwajib (karena kebetulan daerah saya banyak pihak berwajib yang berpatroli) maka saya berinisiatif untuk tidak memperkarakan masalah ini dan langsung menuju ke rumah.
panjang oge ningan euy… capeeeee (ambil napas dulu sambil niupin luka yg masih cnud-cnud)
Sesampai di rumah saya segera membersihkan luka dan memeriksa lagi tulang-tulang saya dengan menggerakkan angkel dan jari-jari kaki, smuanya tampak normal-normal sajah dapat berfungsi dengan baik. Keesokan harinya untuk lebih memastikan kalau tidak terjadi apa-apa dengan kaki saya maka saya memutuskan untuk ke UGD untuk memeriksakannya lebih lanjut. Saya menuju UGD Boromeus karena dari fasilitas kantor saya harus ke Rumah Sakit tersebut, tapi setelah tiba di UGD… OMG ternyata saya harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan di karenakan pada saat itu banyak sekali pasien yang butuh pertolongan juga.
Karena saya membutuhkan pertolongan secepatnya juga, mengingat apabila terjadi luka menganga a.k.a terbuka dan tidak segera di jahit dalam jangka waktu lebih dari 8 jam, maka luka tersebut tidak dapat di jahit lagi, karena nantinya daging yang tumbuh tidak dapat menyatu kembali kecuali di “luka”kan kembali di tempat yang sama alias sengaja di sobek kembali daging nya dan saya tidak mau itu terjadi maka saya memutuskan untuk pindah ke UGD RS Advent. Akhirnya saya mendapatkan perawatan disana dan saya minta kaki saya untuk di Rontgen. Setelah beberapa menit menunggu maka keluar lah hasil Rontgen dan menunjukkan bahwa di telapak kaki saya ada terdapat patahan pada salah satu tulang yang sejajar dengan jempol kaki.. (yah.. patah lagi deh, karena ini kasus yang ke-2 kalinya saya patah kaki- nakal yah si gw :P)
ini hasil Rontgen

ini gambar 4 hari setelah kejadian
(kuku jempol ane dicopot gan… wadawwwww, jari manis nya juga groak tuh)

Dari kejadian tersebut kita dapat mengambil hikmah apabila kita berkendaraan kita harus selalu berhati-hati, karena kecelakaan bisa terjadi bukan hanya karena keteledoran kita tetapi juga karena faktor lain, maka daripada itu.. WASPADALAH…. WASPADALAH….
Hari ini adalah hari ke 4 berada di Ibukota, dengan tujuan mengerjakan project dari iskat26 di YP.
Awalnya hanya 3 orang yang berangkat menuju lokasi tempat kami melakukan tugas on-site
Tapi memasuki hari ke 4, seorang anggota iskaters di undang untuk melengkapi pasukan berani gering nya iskat yaitu Sdr. Eti Momon. Menrut perjanjian dengan bapak menejer kita, bahwa si Eti ini diharapkan tiba di lokasi membawa CPU agar bisa bertugas di lokasi ini.
Singkat cerita, Eti tiba di lokasi dengan susah payah (=ngagigiwing CPU +/- 500m menuju lokasi), eh ternyata si HDD na ga kebawa tersimpan di meja ceunah. “Tapi saya bawa netbook da….” beuuu jika demikian untuk apa membawa CPU jika hendak membawa Netbook sendiri….udah mah CPU ga kepake di sindang….
Sindrom YP Akuudd masih berlangsung..entah sampai kapan….sing sabarr yaahh barudaakk.
*Gue juga blom molor dari kemarenn……mata sepet.co.id — Ahaaaaa….Cintaku terbagi dua..Sayangku terbagi duaa….. Ada admin nyanyi eta bari terdampar di antah berantah ;))
Minggu 1 : Cep Deden
Minggu 2 : Edi
Minggu 3 : MC
Minggu 4 : Tantan
Minggu 5 : ME
Pemenang Minggu ke 6 adalaahhh…. AGUNG(1)….
Sebelumnya kami atas nama seluruh keluarga iskat 26, mengucapkan rasa empati atas musibah yang di alami “BANDAR POM BENSIN” kami yaitu Cep Deden yang mengalami kecelakan keserempet/ditubruk/sejenisnya..pada saat perjalanan pulang….
Mengingatkan kita untuk tetap selalu waspada/hati-hati.
Cepat sembuh yaa bradeurr…..gapapa jalannya wara wiri juga yang penting dapur masih ngebul *naooonn deui..
*Gue aneh…..dulu bagian gue yang ngocok kaga keluar nama gue…malah nama orang laen. Nah ini si Ibu RT..baru pengalaman pertama langsung “jadi” …. ckckck … kudu kumaha atuh abdi teh
Judul di atas bukan menggambarkan seperti judul lagu yang pernah di populerkan oleh Sdr. Yuniar (Lohh…), tetapi berkaitan dengan ditemukannya se-onggok- cincin di toilet depan oleh Engkong..

Bunda yang meneruskan berita tersebut, merasa menjadi beban karena dititipin oleh benda tersebut…setelah dilakukan serangkaian investigasi ternyata..eh ternyataa….
Milik .. Kang Deniii (silent pliss…)
*Ketik Reg Jeneng kirim ke 40171
Yaa…sesuai dengan judulnya, emang APES gue pas mo balik hari ini.
Udah beresin meja..matiin komputer..siap-siap…ehhh….ujug-ujug…Tik..Tik..Tiiikk…..Bunyii Hujaannn di Atas Gentiing….
Mana deress pula (kalii..deresss), juragan spagheti juga dah ngeluarin motor..balik maning ning garasi…APES…APEEEESS
Sudah minggu ke - 5 arisan di adakan di iskat ini.
Minggu 1 : Cep Deden
Minggu 2 : Edi
Minggu 3 : MC
Minggu 4 : Tantan (berikut doorprizenya juga….arrgghh)
Minggu 5 : ME … doorprize nya tapi ditolak dengan halus
Pada songong nih minggu ini, pada kaga mau gelas…
Akhirnya spesialis doorprize kembali kepada juragan spagheti (tau lah yang mana..)
SAATNYA DOORPRIZE DARI SPONSOR BAJU NIH … :-”
Baru baca dari portal tetangga (jauh..red), kalau permintaan maaf kita sulit di terima oleh orang lain itu mungkin ada yang salah dengan cara kita minta maaf….uuuhhh…
Menurut portal itu juga, coba ucapkan kata maaf ke telinga kanan karena telinga kanan lebih responsif terhadap bunyi-bunyian dan suara.
“..Bunyi kata maaf yang dimasukkan ke telinga kanan akan memungkinkan pesan ‘maaf’ itu dicerna dan diproses lebih baik dalam otak, terutama otak kiri…”
Tapi kalau mintaa maafnya “Maaf aku menghamili istri Anda!” kaya judul film … akankah di cerna oleh otak kita?